Kepadamu, aku jatuh hati Entah pada hari apa Entah pada detik ke berapa Mungkin saat pertama kali kamu menjemputku Atau jauh lebih lama sebelum waktu itu Saat usia belum sampai angka tujuh belas Saat kamu mengirim kata-kata manis melalui Line, atau saat kamu menyebutku Tuan Putri di saat bersamaan Atau saat kamu meninggalkan pekerjaan kantor yang kamu kerjakan di rumahmu, untuk menemuiku, untuk sekedar mendengarkan keluh yang sebenernya tidak penting buatmu Ah, aku terlalu banyak menerka-nerka pada bagian mana hatiku berlabuh setelah sekian lama berlayar tanpa tuju Padahal untuk jatuh kepada lelaki sebaik kamu bukanlah hal sulit, hanya tidak mudah untuk disadari Barangkali tanpa sepengetahuanku, sejak pertama melihatmu, hati telah berencana jatuh Jika benar, maka Ia (hatiku) telah berhasil dengan semua rencananya.