Langsung ke konten utama

Postingan

Kamu Pasti Kembali, kan?

21. 40 Langit yang mampu dilihatnya malam ini hanya langit-langit kamar, entah sedang menatapi atau sedang meratapi, sambil perlahan obrolan singkat hati pada otaknya -dua organ yang selalu bertolakbelakang- membawanya pada kebisingan yang amat sepi. Rav, kenapa ya, perasaan yang tidak punya tujuan, tidak punya rumah untuk pulang, justru menjadi jenis perasaan yang paling lama tinggal. Walau entah dimana, walau tidak menjejaki tempat apapun juga, tapi perasaan itu ada, nyata. Aku nggak tau ya hal-hal yang sedang ku urus, kesibukan-kesibukan yang rasanya ga pernah putus ini yang menghambat ku untuk bertemu orang baik selain kamu, atau justru sisa-sisa dari singgahmu yang pada akhirnya melahirkan keyakinan bahwa tanpa siapapun lagi, bahwa hanya dari sedikit yang tersisa darimu itu, aku tetap bisa hidup. Bisa untuk setidaknya merasa bahwa aku punya tujuan.  Meski entah tujuan itu sedang menanti kedatanganku atau sedang nenuju sebuah tuju yang bukan aku. Rav, jika hadirmu adalah hujan ...
Postingan terbaru

Akhir (Awal)

Aku ga tau ya mulainya dari mana Ketika aku sadari ternyata aku udah jatuh hati sama kamu sangat jauh, dan sangat terlambat untuk bisa dicegah lagi. Bertahun-tahun berlalu, mungkin saat aku nulis ini, udah tahun ke 3 kamu jadi bagian dari duniaku 2020, tahun penuh sesak yang seringkali kamu timpa dengan segala kebahagiaan yang membuat semua musibah udah ga berarti apa-apa 2020, tahun dimana kita benar-benar menatap wajah satu sama lain, setelah sekian lama cuma bisa ketemu lewat chat aja Aku salah banget saat pertama kali minta kamu buat ga suka sama aku, karena yang kamu, juga aku ga tau sebelumnya, saat aku bilang begitu, saat itu juga sebenernya hati telah menjatuhkan diri ke kamu Aku cuma takut ketika kita saling suka, nantinya akan berujung pisah juga Tapi, sekarang, saat mencintaimu sudah siap kutanggung beserta resiko patah hati nya, ternyata kamu yang justru ga ingin apa yang terjadi diantara kita berpotensi menjadi luka Aku yang pertama kalinya berani untuk mengatakan semuanya...

Kepadamu, Aku Jatuh Hati

Kepadamu, aku jatuh hati Entah pada hari apa Entah pada detik ke berapa Mungkin saat pertama kali kamu menjemputku Atau jauh lebih lama sebelum waktu itu Saat usia belum sampai angka tujuh belas Saat kamu mengirim kata-kata manis melalui Line, atau saat kamu menyebutku Tuan Putri di saat bersamaan Atau saat kamu meninggalkan pekerjaan kantor yang kamu kerjakan di rumahmu, untuk menemuiku, untuk sekedar mendengarkan keluh yang sebenernya tidak penting buatmu Ah, aku terlalu banyak menerka-nerka pada bagian mana hatiku berlabuh setelah sekian lama berlayar tanpa tuju Padahal untuk jatuh kepada lelaki sebaik kamu bukanlah hal sulit, hanya tidak mudah untuk disadari Barangkali tanpa sepengetahuanku, sejak pertama melihatmu, hati telah  berencana jatuh Jika benar, maka Ia (hatiku) telah berhasil dengan semua rencananya.

Sibukmu Sulit Kupahami

Ternyata, aku sama sekali tidak bisa mengerti Memang tidak bisa ya, kamu bekerja, kuliah, dan melakukan segala sibukmu sambil tetap berhubungan denganku? Aku tidak meminta banyak, cuma mau tau kabarmu, mau tau sebaik apa kondisi mu setelah melewati banyak hal sulit di dua puluh empat jam di hidup mu Maaf, aku terus saja berlalu-lalang, padahal jelas kamu tidak ingin kita terus berhadapan Aku egois, sangat. Aku selalu memaksakan untuk menghubungimu, selalu, dan tidak pernah bisa kutahan Tapi aku tau, seberapapun egoisnya, aku tidak bisa memaksamu untuk menanggapinya Jadi selama ini, hanya aku yang sibuk sendiri, sibuk mencari ruang diantara kesibukanmu.  Karena tiada hentinya, semua waktu dan ruang sudah kau penuhi dengan hal-hal yang bukan aku. Dan aku tidak bisa mengubahnya, tidak akan bisa.